PERTEMUAN 7 INF034 Semester 5

Digital Forensic Investigation

Membahas tahapan investigasi forensik digital mulai dari identifikasi kasus, pengumpulan bukti, pemeriksaan, analisis, hingga pelaporan hasil investigasi.

Daftar Pertemuan
7 Pertemuan
4 Materi
14 Pertemuan
Forensik Digital Buka materi ↗ · Lihat Pertemuan →

Tujuan Pembelajaran

Target pembelajaran utama pada pertemuan ini dirangkum secara singkat agar mudah dipindai dan diikuti.

  • Memahami tahapan investigasi forensik digital.
  • Menerapkan alur investigasi secara sistematis terhadap suatu kasus.

Koleksi materi pertemuan

Pilih materi yang ingin dibuka. Setiap kartu disusun agar lebih mudah dipindai, lebih hidup, dan tidak terasa monoton.

01 SLIDE

Steganography dan Forensik File Gambar: Teknik Menyembunyikan Data hingga Deteksi dan Pemulihan Bukti Digital

Materi ini membahas konsep steganografi mulai dari pengertian, aplikasi, teknik, klasifikasi, dan jenis-jenisnya, dilanjutkan dengan steganalysis serta cara mendeteksi dan tools untuk mendeteksi steganografi. Materi juga mencakup forensik file gambar, meliputi pemahaman berbagai format file gambar, kompresi data, pemrosesan gambar forensik menggunakan MATLAB, cara menemukan dan memulihkan file gambar yang hilang atau tersembunyi, identifikasi format file yang tidak dikenal, serta berbagai picture viewer dan tools forensik gambar. Disertai contoh kasus nyata terkait penggunaan steganografi dalam kejahatan terorisme.

02 SLIDE

Mengungkap Rahasia dalam Gambar Digital

Dokumen ini membahas steganografi sebagai seni menyembunyikan pesan rahasia dalam media seperti gambar, audio, video, dan teks. Selain itu, dijelaskan juga steganalisis untuk mendeteksi dan mengekstrak data tersembunyi, serta forensik gambar digital yang digunakan dalam investigasi kriminal. Topik lain mencakup format file gambar, kompresi, analisis header, pemulihan data, penggunaan alat forensik, hingga tantangan masa depan dengan AI dan komputasi kuantum.

03 SLIDE

Kerangka Hukum Cybercrime di Indonesia

Dokumen ini menguraikan posisi forensik TI dalam hukum Indonesia, termasuk kategori hukum, asas legalitas, dan kebijakan kriminalisasi terhadap tindak pidana mayantara. Dijelaskan pula regulasi nasional seperti UU ITE 2008, konsep KUHP baru, serta peraturan internasional seperti Konvensi Cybercrime Budapest. Disertakan juga contoh cyberlaw dari negara lain seperti Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat.

04 SLIDE

Pembuktian Digital dalam Kejahatan Teknologi Informasi

Dokumen ini menjelaskan hukum pembuktian dalam kasus kejahatan TI, termasuk sumber hukum, alat bukti digital, serta sistem pembuktian yang berlaku. Dibahas pula kategori sumber bukti digital seperti open computer systems, communication systems, dan embedded systems. Selain itu, terdapat penjelasan tentang analisa evidence, perlindungan barang bukti, ancaman terhadap bukti, serta prinsip ketidakpastian dalam forensik komputer.